« Home | Artis di Bawah Portrait Management Selalu Diminati... » | Artis di Bawah Portrait Management Selalu Diminati... » | Soraya Intercines Film : Mencari Pemain Baru un... » | Dwiwangkara Mencari Pendekar untuk Bermain Sinet... » | Sinetron Rahasia Illahi dan Rahmat Illahi : Masih ... »

PT Suaka Kreasinema Present : Gelar Audisi Nasional Bintang Tionghoa Indonesia

KABARgembira bagi warga etnis Tionghoa Indonesia yang berbakat dan tertarik terjun ke dunia entertainment, khususnya dunia akting. PT Suaka Kreasinema, sebuah perusahaan production house erencana menyelenggarakan Audisi Nasional Bintang Tionghoa Indonesia (BTI). Apa syaratnya?

Selama ini dunia entertainment menjadi dunia yang jarang dirambah para keturunan Tionghoa. Hanya beberapa selebritis saja yang datang dari kalangan ini, antara lain Olga Lydia, Femy Permatasari, Delon, Agnes Monica, Roger Danuarta serta beberapa artis lain, yang jumlahnya bisa dihitung jari.

Sedikitnya kesempatan dan banyaknya batasan bagi etnis China terutama pada zaman orde baru, membuat mereka lebih banyak yang berprofesi sebagai pedagang/ pengusaha. Tapi dengan adanya Audisi Nasional Bintang Tionghoa Indonesia (BTI), dunia entertainment bakal menjadi lebih menarik dan lebih berwarna dengan kehadiran saudara kita dari etnis China.

Bintang Tionghoa Indonesia (BTI) yang diadakan oleh PT Suaka Kreasinema menurut Kardi Syaid, Project Director serta Erwin Ekko sebagai Line Producer dari BTI, merupakan ajang khusus bagi para etnis Tionghoa Indonesia untuk mendapatkan kesempatan berkecimpung di dunia entertainment, terutama dalam bidang akting. Peserta yang terpilih pada audisi mendapat kesempatan menjadi bintang sinetron dengan judul Mei Hwa Kembang Glodok.

Ajang ini bersifat nasional, diselenggarakan PT Suaka Kreasinema di 12 kota besar di Indonesia. Kota-kota yang bakal mengadakan BTI antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Manado, Pontianak, Palembang, Padang, Batam, Medan, dan Makassar. PT Suaka Kreasinema yang bergerak dalam production house, didirikan tahun 1991 dan manajemennya dikelola alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Menurut Kardi dari setiap kota itu akan dipilih 18 orang peserta dari tiga kategori usia 6 - 11 tahun, 12 - 17 tahun, 18 - 35 tahun dengan pembagian tiap kategori tiga laki laki dan tiga perempuan. “Mereka yang lolos di tingkat propinsi akan disaring lagi pada tingkat nasional menjadi 18 orang,” jelas Kardi.

Di Jakarta sendiri menurut Kardi audisinya tengah berjalan, sementara untuk kota-kota lainnya akan dimulai awal Agustus hingga November. Grand finalnya sendiri bakal diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 14 - 17 Desember 2006. “Setiap peserta yang lolos ke grand final akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 200 juta,” tukas Kardi yang juga menjadi sutradara Mei Hwa Kembang Glodok.

Buat PT Suaka Kreasinema, BTI hanya entry point untuk "go global". Acara kelas dunia yang sebetulnya disasar oleh PT Suaka Kreasinema menurut Kardi adalah acara tahunan dengan nama Chinatown Star yang berpusat di Indonesia, dan diikuti oleh keturunan Tionghoa se-dunia. “Maksud dan tujuan kita mengadakan acara itu sebenarnya, mengharumkan nama dan mendatangkan devisa bagi Indonesia,” terang Kardi.

Ketika ditanya mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam ajang ini, Kardi menjelaskan bahwa orang yang terlibat adalah orang yang memang berkompeten dalam bidang ini. “Duapuluh orang sineas yang bakal terlibat sebagian juri di ajang ini, antara lain Dedy Mizwar, Didi Petet, Dedi Setiadi,” terang Kardi. Bukan itu saja Suaka Kreasinema juga mengandeng beberapa menteri.

Perlunya keterlibatan beberapa kementerian ini menurut Kardi karena tujuan utama ajang ini adalah membangun citra mengenai etnis Tionghoa di Indonesia yang selama ini terkesan tersudutkan oleh kaum pribumi selain dalam bidang perdagangan. “Padahal orang Tionghoa di Indonesia bukan hanya pandai dalam bidang perdagangan saja, tetapi juga bisa dalam bidang kesenian maupun lainya,” jelas Kardi.

Mengenai jumlah pemain yang akan terlibat dalam produksi sinetron produksi Suaka Kreasinema, Kardi menjelaskan setiap episode paling tidak dibutuhkan 50 orang pemain. Dan 75 persen pemain yang terlibat adalah peserta yang terpilih dalam ajang BTI.

“Mereka akan diduetkan dengan pemain sinetron yang telah punya nama dari etnis Tionghoa,” jelasnya. Tapi pemain utama di sinetron ini belum tentu pemenang atau juara pertama dari BTI karena akan diadakan pemilihan lagi, sehingga akan ditemukan pemain yang memiliki karakter yang benar-benar tepat. Banyaknya pemain berwajah oriental yang akan tampil di sinetron ini menurut Kardi karena tema utama sinetron ini adalah kisah kehidupan para etnis Tionghoa di Indonesia. Namun pemain pribumi pun bakal tetap dilibatkan. “Tidak mungkin menggambarkan kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia tanpa melibatkan pemain pribumi,” tukas Kardi.

Untuk casting para pemain non Tionghoa menurut Kardi akan dimulai sekitar bulan Oktober 2006. Sinetron ini sendiri akan tayang perdana pada saat hari Imlek di tahun 2007 sehingga waktunya pas,” jelas Erwin Ekko yang saat itu menemani Kardi saat diwawancara PK di kantornya di Perkantoran Mall Klender, Jakarta Timur.

Butuh Crew untuk Memproduksi Sinetron, Buka Oktober 2006

Dalam penggarapan sinetron yang dibutuhkan tentunya bukan hanya pemain film saja, tapi juga crew film. PT Suaka Kreasinema akan membutuhkan orang yang mau terlibat di belakang layar dengan jenis pekerjaan seperti boomer, kleper, Kostum dan lainnya.

Untuk tenaga crew, rencananya akan diseleksi seiring dengan pencarian pemain pendukung dari kalangan pribumi serta pencarian lokasi shooting Mei Hwa Kembang Glodok. “Sepertinya akan dibuka pada Oktober 2006,” jelas Kardi. Nah, bagi yang tertarik untuk bergabung silakan ikut mendaftar.

Tempat Pendaftaran Peserta Audisi BTI
Graha LPIA: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. 16-18 Jl. Gusti Ngurah Rai, Klender, Jaktim 13470. Telp. (021) 860 4218, 860 4608, 861 3053. Fax. (021) 860 3825. (Sumber : Tabloid Peluang Kerja)