« Home | Sinetron Rahasia Illahi dan Rahmat Illahi : Masih ... »

Dwiwangkara Mencari Pendekar untuk Bermain Sinetron

TERNYATA memang betul di dunia film dan sinetron bukan hanya pemeran yang cantik-cantik dan tampan-tampan saja yang diperlukan. Orang dengan tampang biasa saja, berwajah seram, bahkan orang yang memiliki tubuh cacat pun bisa menjadi pemeran di dunia film dan sinetron. Kali ini Dwiwangkara membutuhkan calon pemeran yang memiliki keahlian khusus dalam hal bela diri untuk menjadi calon pemeran di sinetron laga yang bakal diproduksinya.

Kalau sekarang kita lihat di televisi rasanya sinetron-sinetron yang di tayangkan dipenuhi oleh orang-orang cantik dan tampan karena memang wajah seperti itulah yang cukup menjual untuk sinetron berlatar belakang drama atau religi. Namun selain sinetron drama dan religi, ternyata masih ada juga sinetron laga yang hadir di televisi dan masih memiliki penonton setia. Masih adanya penonton di sinetron yang isinya menceritakan kisah-kisah kerajaan atau pendekar zaman dahulu membuat beberapa rumah produksi masih akan tetap diproduksi.

Salah satu rumah produksi yang masih giat memproduksi sinetron laga ini adalah Dwiwangkara. Rumah produksi Dwiwangkara saat ini sedang menggarap tujuh judul film televisi (FTV) laga. Film televisi yang ditayangkan ANTV setiap Sabtu dan Minggu, pukul 8 malam ini ada dalam program Sinema Legenda Indonesia. Judul-judul seperti Jaka Tarub, Angling Dharma dan Brama Kumbara adalah beberapa di antaranya. Namun selain judul-judul itu, Dwiwangkara juga masih memiliki satu sinetron laga berjudul Jaka Tingkir yang ditayangkan RCTI setiap Jumat pukul 9 malam.

Sinetron laga produksi Dwiwangkara tidak bakal hanya itu-itu saja. Menurut Uki, salah seorang staf di rumah produksi Dwiwangkara, PH ini masih akan terus memproduksi puluhan episode lagi untuk memenuhi permintaan stasiun televisi. Untuk memenuhi kebutuhan pemain yang akan berakting di sinetron laga itu, maka dibutuhkan pemeran-pemeran baru.

Dengan masih akan di produksinya sinetron laga ini, para penggiat seni beladiri bisa mencoba peruntungan di bidang seni peran sebagai bintang laga. Buat Anda yang mempunyai keahlian bela diri seperti pencak silat, karate, atau taekwondo menurut Uki sekarang ini saatnya untuk mempraktekkan ilmu beladiri, sekaligus meraih popularitas dan bayaran yang menggiurkan.

Diungkapkan Uki, jenis peran yang bisa didapat para penggiat seni bela diri ini dengan mencoba peruntungan di Dwiwangkara adalah peran-peran pembantu utama, seperti peran musuh, teman, murid atau guru dari sang pemeran utama. Bahkan menurut Uki, jika produser dan sutradara menganggap calon pemain memiliki potensi untuk menjadi seorang bintang laga, peran utama pun tidak mustahil dapat diraih. “Kesempatan untuk menjadi pemeran utama itu bukan cuma milik bintang-bintang laga senior saja kok, masih terbuka luas buat pemain baru, asalkan, ya itu tadi memiliki potensi,” ujar Uki menegaskan.

Masih menurut Uki, biasanya peran di luar peran-peran utama dan figuran, setiap episodenya diisi oleh 20 hingga 30 pemain-pemain baru. Jadi, bagi yang berminat ingin menjadi bintang lewat sinetron yang akan di produksi Dwiwangkara dipersilakan untuk mengirimkan biodata dan photo ke alamat:

Kantor Rumah Produksi Dwiwangkara
Jl. Kayu Putih VI B No. 28
Rawamangun, Jakarta Timur
Telp (021) 4896434.

Calon Pemain Tidak Boleh Takut akan Ketinggian

Sinetron rumah produksi Dwiwangkara memang identik dengan laga atau sinetron legenda yang menonjolkan adu tenaga. Tidak dipungkiri pemain-pemain sinetronnya biasanya memiliki ilmu bela diri. Tapi buat Anda yang tidak bisa bela diri namun tetap ingin main di sinetron buatan Dwiwangkara tidak perlu khawatir.

Meski tidak bisa seni bela diri, di rumah produksi Dwiwangkara masih terbuka kesempatan bagi Anda untuk meniti karir sebagai bintang laga. Kesempatan ini masih ada asalkan Anda memiliki potensi di bidang seni peran. Dan satu hal lain, menurut Uki yang juga penting untuk diperhatikan bagi Anda yang ingin menjadi bintang laga, yaitu Anda tidak diperkenankan memiliki penyakit takut akan ketinggian.

Pemain dilarang memiliki penyakit takut akan ketinggian karena menurut Uki dalam setiap scene FTV atau sinetron laga penuh dengan adegan-adegan terbang dan melayang di udara. “Payah kan kalau punya penyakit seperti itu,” tukasnya. Selain tidak boleh takut tinggi pemain juga harus mau di-seling. Pemain harus mau diikat-ikat pakai kawat saat melakukan adegan terbang, kalau tidak mau ya, tidak usah ikut castinglah,” tukas Uki sambil terkekeh. (Sumber : Tabloid Peluang Kerja)

sy tertarik untuk ikut casting d film ini

Saya berharap bisa ikut dalam casting di film laga yang dwiwangkara adakan

Post a Comment