Saturday, October 07, 2006

Orange Production : Butuh Banyak Pemain untuk Produksi Sinetron Baru

Aktif memproduksi berbagai judul sinetron, itu yang menjadikan Orange Production dikenal sebagai perusahaan production house ( PH) yang produktif. Buktinya dalam waktu dekat PH ini bakal kembali menggarap beberapa jenis sinteron dengan tema yang berbeda, dan tentu saja akan banyak membutuhkan banyak pemaian baru.

Setelah menggarap sinetron religius dengan judul Kesaksian yang ditayangkan di Lativi, Orange Production yang pada awalnya merupakan perusahaan PH yang memproduksi acara Infotainment Go Show yang ditayangkan di TPI, kini Orange Production kembali memproduksi beberapa judul sinetron dari berbagai jenis cerita, mulai dari drama percintaan remaja sampai dengan cerita komedi, yang nantinya juga akan ditayangkan di stasiun TV swasta. Diproduksinya beberapa jenis sinetron tentunya akan membutuhkan banyak pemain. Tak salah jika Orange Production akan membutuhkan banyak pemain, terutama pemain baru.

Untuk memenuhi kebutuhan pemain yang akan terlibat dalam produksi Sinerton tersebut, Produser Orange Production, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya selain bekerjasama dengan artis management yang memang sudah punya nama seperti Potrait Management, Contoh Management , dan beberapa agency lainnya. Tapi bukan jalan itu saja yang ditempuh Orange Production, namun juga membuka casting sendiri untuk pencarian pemain.

Casting pemain yang dilakukan PH ini diselenggarakan di kantor Orange Production. Untuk casting, Orange Production memiliki tim khusus untuk menanganinya. “Tim ini dibentuk guna memastikan bahwa pemain-pemain yang akan terlibat sesuai dengan karakter yang dibutuhkan,” jelas Agus.

Ketika ditanya mengenai jumlah pemain yang akan terlibat untuk produksi sinetron yang digarap, Agus menyebutkan, untuk pemain utama, Orange Production akan memerlukan sekitar 4-5 pemain, sementara untuk pemain tambahan (ekstra dan figuran) kira-kira akan dibutuhkan sebanyak 40 - 50 orang pemain dalam satu judul di setiap episodenya. Range usia untuk para pemain ini menurut Agus, antara 14 - 30 tahun.

Mengenai konsep sinetron yang akan digarap, menurut Agus, Orange Production memiliki perbedaan perusahaan PH lainnya. Perbedaan sinetron produksi Orange dengan sinetron produksi PH lain ada pada perbedaan gambar dan warna. “Soal warna aku ingin perfect setiap detilnya seperti Filmis, bukan seperti sinetron-sinetron biasanya,” jelas Agus. Untuk itulah Orange Production memiliki tim kreatif sendiri.

Ditanya soal karakter pemain yang bakal diperlukan di sinetron-sinetron yang bakal diproduksi Orange, Agus menjawab karakter pemain disesuaikan dengan cerita yang akan dibuat, “Sementara yang sekarang ini sih lebih ke karakter komedian,” jelas Agus. Ditambahkan Agus, pihaknya juga akan mencari karakter pemain untuk cerita religius, drama remaja dan lainnya.

Bagi para pendatang baru di dunia sinetron dengan adanya sinetron ini menurut Agus akan memiliki kesempatan untuk bisa bermain dengan para pemain yang telah punya nama, bahkan dengan para aktor atau aktris senior. “Kita akan menampilkan muka-muka baru yang akan kami selipkan di antara pemain-pemain bintang, tapi tetap ada pemain pemain senior untuk memainkan peran orang tua,” kata Agus.

Dibuka Kesempatan Bagi yang Cantik dan Bisa Akting

Beruntunglah bagi para wanita yang memiliki paras cantik dan cerdas didukung dengan kemampuan akting yang bagus, karena untuk produksi sinetronnya, Orange Production akan membuka peluang bagi para wanita cantik, cerdas dan mampu berakting bagus untuk terlibat dalam sinetron yang akan diproduksinya. “Karena saya pikir kalau cantik itu orang sudah pasti suka,” ungkap pria yang cukup ramah ini.

Namun menurut Agus, pemain yang tidak memenuhi kriteria secara fisik, tetap memiliki kesempatan asal kemampuan akting cukup bagus. “Karena kemampuan berakting akan tetap menjadi pertimbangan yang cukup menentukan,” jelasnya.

Bagi Anda yang merasa memenuhi kriteri tersebut, silakan datang langsung untuk mengikuti casting di Orange Production. Tapi sebelumnya calon pemain harus mengisi Biodata dan menyerahkan foto, biasanya setelah itu baru akan di-casting.

Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:
PT Orange Griya Kreasi (Orange Production)
Jl. Jati Padang Utara No. 4A Pejaten Jakarta Selatan 12540. Phone : 021-7806644. Fax : 021-78833256 (Sumber : Tabloid Peluang Kerja).

Warna Entertainment : Setiap Hari Menerima Pendaftaran Calon Artis

UNTUK memenuhi kebutuhan pemain dalam produksi sebuah sinetron Production House (PH) akan melakukan casting atau seleksi pemain-pemain yang akan terlibat. Biasanya selain melakukan casting sendiri PH juga bekerjasama dengan Agency. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat proses pencarian dan penyeleksian pemain, selain itu menggunakan jasa agency akan mempermudah PH dalam penyaringan karena agency biasanya sudah melakukan penyaringan sejak awal dan memberikan latihan-latihan dasar akting.

Warna Entertainment, sebagai perusahaan agency selalu mencari dan menyalurkan para pemain baru untuk bermain dalam berbagai judul sinetron, dalam rangka memenuhi permintaan dari kliennya yang kebanyakan adalah PH yang telah memiliki nama besar seperti MD Enterainment, Sinema Art, Indika, Frame Ritz. Jalinan kerja sama ini telah berlangsung dalam waktu yang lama. Untuk diketahui agency yang telah berdiri sejak tahun 1997 ini memiliki cabang di beberapa tempat, seperti di Depok, Cililitan, dan Meruya.

Dan karena menjadi dengan perusahaan-perusahaan PH besar, agency yang berkantor pusat di Jalan Lapangan Bola Kebon Jeruk Jakarta Barat ini kini tengah kebanjiran permintaan untuk menyalurkan para pemain baru, baik untuk peran figuran maupun peran pembantu untuk beberapa judul sinetron seperti Bukan Salah Bunda Mengandung, Hidayah, Tikus Kucing Mencari Cinta, Istigfar dan beberapa Sinetron lainnya yang sedang tayang di beberapa stasiun TV swasta.

Ketika ditanya mengenai jumlah pemain yang diminta oleh para PH, Nia Valentina, Asisten Director Casting Warna Entertaiment menjelaskan bahwa banyaknya pemain yang dibutuhkan dalam beberapa waktu ke depan masih akan membludak seiring dengan terus ramainya industri sinetron dalam negeri.

Dengan keadaan seperti ini, Warna Entertainment setiap hari selalu membuka pendaftaran bagi para calon artis. “Kesempatan ini terbuka bagi siapa saja, baik pemain lama maupun baru serta dari semua jenjang usia, semua ragam karakter dan penampilan, yang penting sehat jasmani dan rohaninya” ujar Nia.

Apa yang dikatakan wanita berambut panjang ini memang bukan hanya isapan jempol. Dari pantauan PK selama wawancara, pesawat telepon di kantor Warna Entertainment tidak pernah berhenti berdering. Sebagian besar telepon yang masuk ialah dari crew produksi sinetron atau dari para artis Warna Entertainment yang menanyakan jadwal dan lokasi shooting-nya.
Ketika ditanya berapa fee yang didapatkan agency ini dari honor yang didapatkan artis yang berhasil jadi bintang sinetron, Nia tidak bersedia mengemukakan persentasenya. Yang jelas selama pelatihan calon artis, Warna Entertainment tidak memungut biaya.

Untuk menjadi calon artis di bawah payung Warna Entertainment, Anda bisa datang setiap hari dengan membawa foto seluruh badan ukuran 5 R dan mengisi formulir biodata. Apabila dianggap memenuhi syarat maka Anda akan dipanggil untuk mengikuti casting. Jadwal casting dilakukan tiap hari dari pukul 11.00 –16.00 WIB.

Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:
Warna Entertainment
Jl. Lapangan Bola No. 3 Kebon Jeruk Jakarta Barat. Telp (021) 5301771.

Artis Warna Entertainment Dapat Pelatihan dan Kendaraan Antar Jemput

Untuk meningkatkan kemampuan akting artis yang berasal dari Warna Entertainment sebelum dilibatkan dalam sebuah produksi sinetron, agency ini memberikan pelatihan dasar-dasar akting. Menurut Nia hal ini sengaja dilakukan agar para kliennya merasa puas dengan artis-artis Warna Entertainment. “Biasanya kami memberikan pelatihan dasar improvisasi, ekspresi, dan monolog,” ungkap Nia. Fasilitas lainnya yang didapatkan sebagai artis Warna Entertainment menurut Nia adalah mobil jemputan menuju dan kembali dari lokasi shooting.

Model Video Klip Dangdut Banyak Disupplai Warna Entertainment

Artis Warna Entertainment ternyata tidak hanya disalurkan untuk bermain sinetron tetapi juga banyak yang disalurkan untuk menjadi model dalam video klip. Menurut Nia kebanyakan artis Warna Entertainment diminta untuk mengisi video klip lagu-lagu dangdut. (Sumber : Tabloid Peluang Kerja).

Intan Shafire Production : Akan Produksi Puluhan Episode FTV

MESKI Intan Shafire Production, termasuk Production House (PH) yang relatif masih baru berdiri, ternyata PH ini cukup produktif dalam memproduksi sinetron. Buktinya beberapa jenis FTV dan sinetron siap diproduksi, dan akan segera ditayangkan di stasiun-Stasiun TV Swasta di Indonesia.

Dalam wawancaranya dengan PK, Agust Sasno, sutradara sekaligus desain produksi dan penulis skenario dari Intan Shafire Production menjelaskan bahwa Intan Shafire telah memproduksi tiga jenis FTV (Film Televisi). Jenis ketiga FTV yang bakal diproduksi adalah FTV Legenda, FTV Klasik, dan sinetron seri.

Dikatakan Agust untuk FTV Legenda Intan Shafire bakal mengerjakan 24 judul. Beberapa judul di antaranya adalah Minyak Kayu Gaharu, Gadis Sendang Biru, Kisah Sendang Bidadari, Gudang Tua, Jembatan Menangis. Sedangkan untuk FTV klasik menurut sutradara yang pernah bekerja di SinemaArt, Intan Shafire bakal memproduksinya dengan judul, antara lain Sajak Padang Ilalang, Gadis Yang Menunggu Kereta Terakhir, Buku Harian Adinda, sementara untuk yang seri, Agus menjelaskan ada empat judul yakni Lagu Untuk Kinanti, Cintaku Disayap Kupu-Kupu, Bidadari Dalam Kaca.

Ketika ditanya jumlah pemain yang akan terlibat dalam produksinya, Agus mengatakan untuk satu judul FTV baik jenis legenda atau pun klasik akan dibutuhkan sekitar 40-an pemain. Agust juga menjelaskan bahwa untuk kedua jenis FTV ini seluruh pemainnya adalah pendatang baru, mulai dari peran utama sampai dengan peran pembantu. Sedangkan untuk yang berseri masih akan menggunakan artis yang sudah tenar.

Menurut Agust, sinetron garapan Intan Shafire bakal berbeda dengan produk sejenis hasil garapan PH lain. Perbedaan ini menurut Agust karena orang yang terlibat dalam produksi FTV maupun sinetron Produksi Intan Safhire adalah orang-orang yang memang telah lama berkecimpung di dunia acting, bahkan kru yang terlibat adalah orang-orang yang pernah terlibat dalam penggarapan sinema layar lebar Indonesia zaman dahulu seperti Lelaki Nusa Penida, G30S, dan lainnya.

Dengan di tangani orang yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia film, diyakini Agust film atau sinetronnya bakal memiliki konsep yang kelasnya berada satu tingkat di atas dibandingkan dengan sinetron-sinetron yang sedang tayang. Satu hal saja yang membuat sinetronnya bakal lebih hidup menurut Agust, shootingnya langsung di lokasi misalnya di perkebunan teh, perkebunan tebu, gudang tebu, bahkan sampai di Museum Kereta di Ambarawa, tidak hanya di studio atau di rumah seperti yang dilakukan sinetron-sinetron yang sedang ditayangkan.

Berbicara soal kriteria yang harus dimiliki untuk bisa terlibat dalam produksi FTV atau pun sinetron buatan Intan Shafire, menurut Agust para pemain atau calon pemain harus memiliki kriteria khusus. “Misalnya untuk pemainnya secara fisik harus memenuhi kriteria yang ditentukan seperti berwajah cakap, bertubuh tegap, bertampang seram,” katanya. Namun yang lebih penting pemain atau calon pemain memiliki kemampuan acting yang bagus.

Butuh Wajah Pribumi Asli. Karena FTV yang bakal diproduksinya cenderung sangat berbau Indonesia dikatakan Agust, PH-nya sangat membutuhkan pemain yang berkarakter pribumi yang asli tanpa ke indo-indoan ataupun ke-barat-baratan seperti sinetron yang sekarang sedang tayang. Kebutuhan akan wajah-wajah pribumi asli Indonesia misalnya dengan gambaran gadis cantik berambut panjang dikarenakan FTV klasik dan legenda akan mengangkat cerita yang filosofinya mengakar pada cerita masa lalu, sehingga wajah-wajah pribumi asli Indonesia akan sangat dibutuhkan untuk lebih membawa suasana kepada kondisi aslinya. “

Kan tidak mungkin cerita soal masa lalu yang sangat Indonesia pemainnya berwajah Indo,” tukas Agust sambil tersenyum. Jadi buat Anda yang merasa memiliki wajah pribumi tidak ada salahnya mencoba kemampuannya berakting di Intan Safhire Production, siapa tahu sang sutradara cocok dengan karakter Anda dan memilih Anda sebagai salah seorang pemainnya.

Akan Garap Film Layar Lebar

Intan Safhire Prodution ternyata tidak hanya memproduksi film televisi atau sinetron saja. Januari tahun depan, PH yang berkantor di kawasan Pancoran ini juga tengah mempersiapkan suatu produksi Film Layar Lebar. “Kita bakal memproduksi film layar lebar yang temanya adalah Anti kekerasan,” ujar Agust.

Film layar lebar yang bakal diproduksi ini ternyata dibiayai oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengangkat cerita mengenai gadis nelayan di bawah umur yang diculik untuk dijual ke luar negeri. Film ini selain bakal diputar di bioskop di Indonesia rencananya juga akan dibawa ke luar negeri atau ke Prancis. “Semoga film ini bisa menyamai kesuksesan film Pasir Berbisik saat di putar di festival film di Prancis,” tukas Agust penuh harap.

Rencananya film yang dananya diperkirakan lebih dari Rp 3 miliar ini akan mengambil lokasi di daerah Cidaun Sukabumi. Sedangkan lamanya penggarapan di perkirakan selama satu bulan.
Di film ini kembali dijelaskan Agust, akan dibutuhkan pemain berwajah cantik dan tampan yang asli Indonesia. Sampai saat ini pihak Intan Safhire sendiri sudah dalam tahap pencarian bakat, namun untuk castingnya sendiri akan dilakukan mulai November 2006. Mengenai jumlah pemain yang akan terlibat Agus menjelaskan akan cukup banyak pemain yang di butuhkan dalam film ini. “Bisa sampai 100 orang pemain termasuk pemeran utama,” jelasnya.

Lagi-lagi buat Anda yang ingin mencoba menyelami dunia acting, Agust mengundang untuk ikut mengikuti casting di Intan Shafire House. Buat yang tertarik bisa datang ke kantor dengan membawa photo ukuran 5 R dan tentunya harus memiliki kemampuan acting yang bagus dan sanggup berimprovisasi. “Kita butuh artis yang pintar berakting dan berimprovisasi bukan hanya sekedar cantik atau tampan saja,” kata Agust mengakhiri.

Untuk informasi lebih jelas silahkan datang langsung ke :

Intan Safira Production
Jl. Pancoran Barat IV No 11 Perdatam Jakarta Selatan Tlp: (021) 70910976 (Sumber : Tabloid Peluang Kerja).




Jadwal Casting Intan Safire Production
Adapun untuk melakukan Casting datang langsung ke Intan Safire Production di Jl. Pancoran Barat IV, dengan membawa Foto ukuran 5R sebanyak 5 lembar, kemudian mengisi Bio Data yang telah di sediakan oleh pihak Intan Safire Production.

Hari : Senin - Rabu dan Jumat – Sabtu
Lokasi : Kantor Intan Safire Production Jl. Pancoran Barat IV No 11
Perdatam Jakarta Selatan
Telp : (021) 70910976

PT Suaka Kreasinema Present : Gelar Audisi Nasional Bintang Tionghoa Indonesia

KABARgembira bagi warga etnis Tionghoa Indonesia yang berbakat dan tertarik terjun ke dunia entertainment, khususnya dunia akting. PT Suaka Kreasinema, sebuah perusahaan production house erencana menyelenggarakan Audisi Nasional Bintang Tionghoa Indonesia (BTI). Apa syaratnya?

Selama ini dunia entertainment menjadi dunia yang jarang dirambah para keturunan Tionghoa. Hanya beberapa selebritis saja yang datang dari kalangan ini, antara lain Olga Lydia, Femy Permatasari, Delon, Agnes Monica, Roger Danuarta serta beberapa artis lain, yang jumlahnya bisa dihitung jari.

Sedikitnya kesempatan dan banyaknya batasan bagi etnis China terutama pada zaman orde baru, membuat mereka lebih banyak yang berprofesi sebagai pedagang/ pengusaha. Tapi dengan adanya Audisi Nasional Bintang Tionghoa Indonesia (BTI), dunia entertainment bakal menjadi lebih menarik dan lebih berwarna dengan kehadiran saudara kita dari etnis China.

Bintang Tionghoa Indonesia (BTI) yang diadakan oleh PT Suaka Kreasinema menurut Kardi Syaid, Project Director serta Erwin Ekko sebagai Line Producer dari BTI, merupakan ajang khusus bagi para etnis Tionghoa Indonesia untuk mendapatkan kesempatan berkecimpung di dunia entertainment, terutama dalam bidang akting. Peserta yang terpilih pada audisi mendapat kesempatan menjadi bintang sinetron dengan judul Mei Hwa Kembang Glodok.

Ajang ini bersifat nasional, diselenggarakan PT Suaka Kreasinema di 12 kota besar di Indonesia. Kota-kota yang bakal mengadakan BTI antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Manado, Pontianak, Palembang, Padang, Batam, Medan, dan Makassar. PT Suaka Kreasinema yang bergerak dalam production house, didirikan tahun 1991 dan manajemennya dikelola alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Menurut Kardi dari setiap kota itu akan dipilih 18 orang peserta dari tiga kategori usia 6 - 11 tahun, 12 - 17 tahun, 18 - 35 tahun dengan pembagian tiap kategori tiga laki laki dan tiga perempuan. “Mereka yang lolos di tingkat propinsi akan disaring lagi pada tingkat nasional menjadi 18 orang,” jelas Kardi.

Di Jakarta sendiri menurut Kardi audisinya tengah berjalan, sementara untuk kota-kota lainnya akan dimulai awal Agustus hingga November. Grand finalnya sendiri bakal diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 14 - 17 Desember 2006. “Setiap peserta yang lolos ke grand final akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 200 juta,” tukas Kardi yang juga menjadi sutradara Mei Hwa Kembang Glodok.

Buat PT Suaka Kreasinema, BTI hanya entry point untuk "go global". Acara kelas dunia yang sebetulnya disasar oleh PT Suaka Kreasinema menurut Kardi adalah acara tahunan dengan nama Chinatown Star yang berpusat di Indonesia, dan diikuti oleh keturunan Tionghoa se-dunia. “Maksud dan tujuan kita mengadakan acara itu sebenarnya, mengharumkan nama dan mendatangkan devisa bagi Indonesia,” terang Kardi.

Ketika ditanya mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam ajang ini, Kardi menjelaskan bahwa orang yang terlibat adalah orang yang memang berkompeten dalam bidang ini. “Duapuluh orang sineas yang bakal terlibat sebagian juri di ajang ini, antara lain Dedy Mizwar, Didi Petet, Dedi Setiadi,” terang Kardi. Bukan itu saja Suaka Kreasinema juga mengandeng beberapa menteri.

Perlunya keterlibatan beberapa kementerian ini menurut Kardi karena tujuan utama ajang ini adalah membangun citra mengenai etnis Tionghoa di Indonesia yang selama ini terkesan tersudutkan oleh kaum pribumi selain dalam bidang perdagangan. “Padahal orang Tionghoa di Indonesia bukan hanya pandai dalam bidang perdagangan saja, tetapi juga bisa dalam bidang kesenian maupun lainya,” jelas Kardi.

Mengenai jumlah pemain yang akan terlibat dalam produksi sinetron produksi Suaka Kreasinema, Kardi menjelaskan setiap episode paling tidak dibutuhkan 50 orang pemain. Dan 75 persen pemain yang terlibat adalah peserta yang terpilih dalam ajang BTI.

“Mereka akan diduetkan dengan pemain sinetron yang telah punya nama dari etnis Tionghoa,” jelasnya. Tapi pemain utama di sinetron ini belum tentu pemenang atau juara pertama dari BTI karena akan diadakan pemilihan lagi, sehingga akan ditemukan pemain yang memiliki karakter yang benar-benar tepat. Banyaknya pemain berwajah oriental yang akan tampil di sinetron ini menurut Kardi karena tema utama sinetron ini adalah kisah kehidupan para etnis Tionghoa di Indonesia. Namun pemain pribumi pun bakal tetap dilibatkan. “Tidak mungkin menggambarkan kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia tanpa melibatkan pemain pribumi,” tukas Kardi.

Untuk casting para pemain non Tionghoa menurut Kardi akan dimulai sekitar bulan Oktober 2006. Sinetron ini sendiri akan tayang perdana pada saat hari Imlek di tahun 2007 sehingga waktunya pas,” jelas Erwin Ekko yang saat itu menemani Kardi saat diwawancara PK di kantornya di Perkantoran Mall Klender, Jakarta Timur.

Butuh Crew untuk Memproduksi Sinetron, Buka Oktober 2006

Dalam penggarapan sinetron yang dibutuhkan tentunya bukan hanya pemain film saja, tapi juga crew film. PT Suaka Kreasinema akan membutuhkan orang yang mau terlibat di belakang layar dengan jenis pekerjaan seperti boomer, kleper, Kostum dan lainnya.

Untuk tenaga crew, rencananya akan diseleksi seiring dengan pencarian pemain pendukung dari kalangan pribumi serta pencarian lokasi shooting Mei Hwa Kembang Glodok. “Sepertinya akan dibuka pada Oktober 2006,” jelas Kardi. Nah, bagi yang tertarik untuk bergabung silakan ikut mendaftar.

Tempat Pendaftaran Peserta Audisi BTI
Graha LPIA: Perkantoran Mall Klender Blok B3 No. 16-18 Jl. Gusti Ngurah Rai, Klender, Jaktim 13470. Telp. (021) 860 4218, 860 4608, 861 3053. Fax. (021) 860 3825. (Sumber : Tabloid Peluang Kerja)

Artis di Bawah Portrait Management Selalu Diminati Pasar

MENJAMURNYA stasiun televisi menjadi lahan tersendiri bagi perusahaan artis management. Setiap hari beragam acara hiburan membutuhkan banyak artis yang semakin lama dituntut semakin berkualitas. Mensiasati kenyataan seperti itu perusahaan artis management termasuk di dalamnya Portrait Management terus melakukan terobosan dalam menyiapkan artis-artis yang diinginkan para klien. Sebetulnya proses seperti apa yang harus di lakukan management artis ini untuk memenuhi kebutuhan para kliennya?

Menyiapkan artis dengan kualitas akting yang baik tentunya bukanlah hal yang mudah. Tapi buat perusahaan artis management seperti Portrait Management ini merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan. Proses mulai dari perekrutan, mengarahkan, pelatihan, mempromosikan, hingga membina artis selama masa kontrak dengan klien menjadi tugas perusahaan artis management.

Menurut Endrawan SH., SE., Komisaris Portrait Management, yang juga kerap disapa Wawan, semua artis yang di-manage Portrait Management hampir bisa dipastikan bisa diserap oleh pasar, yakni para klien mulai dari stasiun televisi, production house, perusahaan advertising, hingga perusahaan penerbitan. RCTI, SCTV, TPI adalah beberapa stasiun televisi yang pernah menjadi klien Portrait Management.

Untuk production house ada nama-nama PH beken seperti KEP, MD Entertainment dan MNC. Adapun media cetak seperti Femina, Gadis dan Dewi adalah beberapa majalah yang hingga saat ini masih menjadi klien Portrait Management. Bahkan beberapa produk tayangan iklan di televisi pun kerap memakai artis Portrait Management, seperti Mie Sedap dan Hemaviton.

Artis yang ada di bawah Portrait Management selain selalu diserap pasar juga mendapat keuntungan lain. Keuntungan itu adalah berupa pelatihan yang dirancang sedemikian rupa agar menghasilkan artis-artis yang berkualitas. Buat para calon artis diberikan pelatihan tidak hanya akting tapi juga etika, psikologis, dan berbagai jenis make up. Meski ditangani oleh tenaga pengajar yang handal, semua itu diberikan secara gratis.

Tidak hanya sampai di situ, Portrait Management juga memfasilitasi proses casting yang diselenggarakan klien, sehingga artis Portrait tidak perlu antri, “Kita punya tempat casting sendiri, jadi klien yang sering datang ke sini.,” ujar pria berperawakan gempal ini. Apalagi artis Portrait tidak perlu repot-repot apply biodata dan photo ke klien, karena klien dapat mengakses langsung semua itu di web Portrait Management.

Yang paling penting buat artis dan calon artis, perusahaan artis management ini memungut biaya lebih rendah dibanding perusahaan artis management lainnya untuk setiap kontrak kerja. “Di Jakarta cuma kita yang berani melakukan pemotongan 10% untuk pemotretan, dan 16% untuk bentuk pekerjaan lainnya,” demikian Wawan berpromosi.

Calon Artis Harus Memiliki Attitude dan Bakat

Selain hunting keluar kota Portrait Management juga memberi kesempatan kepada calon artis untuk mendaftarkan diri. Mereka yang berpotensi bisa bergabung di Portrait Management adalah orang-orang yang punya attitude dan berbakat. Menurut Wawan kedua hal tersebut lebih menentukan dibanding penampilan. Tapi bukan itu saja persyaratan yang diajukan. Syarat lainnya adalah calon artis harus punya minat yang kuat untuk terjun di dunia entertainment bukan semata-mata hanya karena ingin popular atau ingin mendapat bayaran yang tinggi.

Jika Anda merasa memiliki persyaratan-persyaratan ini, Anda bisa datang untuk mendaftarkan diri setiap hari kerja, dengan membawa photo murni, berkarakter, serta memakai baju atau kaus tanpa corak ke:

PT. Portrait Cipta Karya Mandiri.
Grand Wijaya Centre E-8 lantai 1-3 Jakarta Selatan.
Telp. (021) 7397960, 7210283, 7397952

Dibutuhkan Ratusan Model
untuk Acara Jakarta Fashion Week

Tahun 2007 mendatang Portrait Management berencana akan mengadakan acara fashion show yang digelar secara masal selama satu pekan penuh, seperti yang sudah dilakukan di Bali dan Singapura. “Rencananya kami akan beri nama Jakarta Fashion Week (JFW),” ungkap Wawan.
Acara ini menurut Wawan rencananya bakal melibatkan puluhan desainer terkemuka dalam dan luar negeri serta ratusan model. Menurut kalkulasi Wawan paling tidak dibutuhkan 180 model untuk tiga sesi fashion show dalam satu hari.

Permintaan Presenter Kuis Meningkat

Selain pemain sinetron permintaan yang turut meningkat dari klien ke Portrait Management adalah permintaan terhadap presenter kuis. Menurut Wawan semua stasiun televisi saat ini sedang berlomba untuk membuat berbagai program kuis. Untuk itu diperlukan banyak presenter yang tentu saja tidak cukup hanya sekadar cantik atau tampan. Ketrampilan membawakan acara dan mampu membuat acara hidup menjadi salah syarat untuk menjadi seorag presenter yang diminati. (Sumber : Tabloid Peluang Usaha)

Artis di Bawah Portrait Management Selalu Diminati Pasar

MENJAMURNYA stasiun televisi menjadi lahan tersendiri bagi perusahaan artis management. Setiap hari beragam acara hiburan membutuhkan banyak artis yang semakin lama dituntut semakin berkualitas. Mensiasati kenyataan seperti itu perusahaan artis management termasuk di dalamnya Portrait Management terus melakukan terobosan dalam menyiapkan artis-artis yang diinginkan para klien. Sebetulnya proses seperti apa yang harus di lakukan management artis ini untuk memenuhi kebutuhan para kliennya?

Menyiapkan artis dengan kualitas akting yang baik tentunya bukanlah hal yang mudah. Tapi buat perusahaan artis management seperti Portrait Management ini merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan. Proses mulai dari perekrutan, mengarahkan, pelatihan, mempromosikan, hingga membina artis selama masa kontrak dengan klien menjadi tugas perusahaan artis management.

Menurut Endrawan SH., SE., Komisaris Portrait Management, yang juga kerap disapa Wawan, semua artis yang di-manage Portrait Management hampir bisa dipastikan bisa diserap oleh pasar, yakni para klien mulai dari stasiun televisi, production house, perusahaan advertising, hingga perusahaan penerbitan. RCTI, SCTV, TPI adalah beberapa stasiun televisi yang pernah menjadi klien Portrait Management.

Untuk production house ada nama-nama PH beken seperti KEP, MD Entertainment dan MNC. Adapun media cetak seperti Femina, Gadis dan Dewi adalah beberapa majalah yang hingga saat ini masih menjadi klien Portrait Management. Bahkan beberapa produk tayangan iklan di televisi pun kerap memakai artis Portrait Management, seperti Mie Sedap dan Hemaviton.

Artis yang ada di bawah Portrait Management selain selalu diserap pasar juga mendapat keuntungan lain. Keuntungan itu adalah berupa pelatihan yang dirancang sedemikian rupa agar menghasilkan artis-artis yang berkualitas. Buat para calon artis diberikan pelatihan tidak hanya akting tapi juga etika, psikologis, dan berbagai jenis make up. Meski ditangani oleh tenaga pengajar yang handal, semua itu diberikan secara gratis.

Tidak hanya sampai di situ, Portrait Management juga memfasilitasi proses casting yang diselenggarakan klien, sehingga artis Portrait tidak perlu antri, “Kita punya tempat casting sendiri, jadi klien yang sering datang ke sini.,” ujar pria berperawakan gempal ini. Apalagi artis Portrait tidak perlu repot-repot apply biodata dan photo ke klien, karena klien dapat mengakses langsung semua itu di web Portrait Management.

Yang paling penting buat artis dan calon artis, perusahaan artis management ini memungut biaya lebih rendah dibanding perusahaan artis management lainnya untuk setiap kontrak kerja. “Di Jakarta cuma kita yang berani melakukan pemotongan 10% untuk pemotretan, dan 16% untuk bentuk pekerjaan lainnya,” demikian Wawan berpromosi.

Calon Artis Harus Memiliki Attitude dan Bakat

Selain hunting keluar kota Portrait Management juga memberi kesempatan kepada calon artis untuk mendaftarkan diri. Mereka yang berpotensi bisa bergabung di Portrait Management adalah orang-orang yang punya attitude dan berbakat. Menurut Wawan kedua hal tersebut lebih menentukan dibanding penampilan. Tapi bukan itu saja persyaratan yang diajukan. Syarat lainnya adalah calon artis harus punya minat yang kuat untuk terjun di dunia entertainment bukan semata-mata hanya karena ingin popular atau ingin mendapat bayaran yang tinggi.

Jika Anda merasa memiliki persyaratan-persyaratan ini, Anda bisa datang untuk mendaftarkan diri setiap hari kerja, dengan membawa photo murni, berkarakter, serta memakai baju atau kaus tanpa corak ke:

PT. Portrait Cipta Karya Mandiri.
Grand Wijaya Centre E-8 lantai 1-3 Jakarta Selatan.
Telp. (021) 7397960, 7210283, 7397952

Dibutuhkan Ratusan Model
untuk Acara Jakarta Fashion Week

Tahun 2007 mendatang Portrait Management berencana akan mengadakan acara fashion show yang digelar secara masal selama satu pekan penuh, seperti yang sudah dilakukan di Bali dan Singapura. “Rencananya kami akan beri nama Jakarta Fashion Week (JFW),” ungkap Wawan.
Acara ini menurut Wawan rencananya bakal melibatkan puluhan desainer terkemuka dalam dan luar negeri serta ratusan model. Menurut kalkulasi Wawan paling tidak dibutuhkan 180 model untuk tiga sesi fashion show dalam satu hari.

Permintaan Presenter Kuis Meningkat

Selain pemain sinetron permintaan yang turut meningkat dari klien ke Portrait Management adalah permintaan terhadap presenter kuis. Menurut Wawan semua stasiun televisi saat ini sedang berlomba untuk membuat berbagai program kuis. Untuk itu diperlukan banyak presenter yang tentu saja tidak cukup hanya sekadar cantik atau tampan. Ketrampilan membawakan acara dan mampu membuat acara hidup menjadi salah syarat untuk menjadi seorag presenter yang diminati. (Sumber : Tabloid Peluang Usaha)

Soraya Intercines Film : Mencari Pemain Baru untuk Tujuh Sinetron Baru

BAGI para penggemar film dan sinetron di Indonesia tentunya sudah tak asing lagi dengan rumah produksi yang bernama Soraya Intercines Film. Rumah produksi yang satu ini bukan lagi pemain baru di dunia entertainment, sudah banyak film maupun sinetron yang ngetop di pasar yang diproduksinya.

Produksi PT Soraya Intercines Film antara lain: film Eiffel I,m in Love sebuah kisah percintaan remaja yang sempat booming di kalangan remaja Indonesia. Asal tau saja bahwa film ini juga banyak mendapat penghargaan seperti dalam ajang MTV Award. Film Eiffel I'm in Love pada ajang MTV Award juga terpilih sebagai the most favorit movie 2004.

Tak hanya itu Soraya Intercine film cukup punya andil dalam mengangkat nama para pendatang baru di dunia peran sebut saja Samuel Rizal, Shandy Aulia. Keberhasilan Soraya Intercine film dalam memproduksi karya berkualitas tidak hanya dalam film saja, tetapi juga dalam produksi sinetron.

Menurut Dewi Yulia Razif, Casting Director Soraya Intercines Film, dalam pencarian karakter pemain untuk sinetron produksi Soraya Intercines Film hal ini dilaksanakan secara selektif dan ketat. “Ini sebagai upaya untuk membuat satu produksi sinetron yang berkualitas,” jelasnya.

Ditambahkan Dewi tidak ada perkecualian bagi siapapun yang ingin terlibat dalam sinetron garapan Soraya Intercine Film, termasuk bagi para artis yang telah terkenal, mereka akan tetap menjalani casting yang ketat. Bahkan untuk tahap penyeleksian Soraya langsung melibatkan orang-orang yang memang berkompeten dalam bidang akting untuk memberi masukan, selain melibatkan orang-orang dalam perusahaan.

Soraya Intercine Film juga pernah mengundang para profesional dalam seni akting untuk memberi masukan dalam sebuah casting. “Kalangan film yang pernah memberi masukan untuk rumah produksi ini antara lain Zainal Abidin Domba, untuk sinetron, Didi Petet, dan Jajang C Noor untuk produksi film,” ungkap Dewi .

Tujuh Sinetron Baru. Untuk sekarang ini Soraya Intercines film akan memproduksi tujuh sinetron baru dengan jumlah episode setiap judulnya sebanyak 26 episode. Dengan bakal diproduksinya tujuh sinetron baru ini tentunya kebutuhan pemain di Soraya Intercines Film cukup banyak terutama pemain baru. “Ini kesempatan bagi para pendatang baru untuk mengisi berbagai peran, termasuk i pemeran utama,” ungkap Dewi.

Pemunculan wajah-wajah baru dengan berbagai karakter dalam sinetron produksi Soraya Intercines Film merupakan salah satu program kerja yang memang dicanangkan oleh Soraya Intercines Film. Bahkan akan diusahakan ada satu judul dari tujuh sinetron yang akan di produksi Soraya Intercines Film para pemain yang terlibat adalah para pendatang baru. Niat untuk memproduksi sinetron yang pemainnya adalah pendatang baru di jelaskan Dewi, sebagai upaya untuk menjaga agar penonton tidak jenuh dengan hanya disuguhkan wajah-wajah lama.

Untuk memenuhi kebutuhan pemain di tujuh sinetron yang di produksi Soraya Intercines Film hampir tiap hari dilakukan casting. Ketika ditanya mengenai tema dari judul sinetron yang akan di produksi Dewi mengatakan bahwa tema religus masih menjadi salah satu pilihan, kemudian juga tema mengenai percintaan remaja. Namun ditegaskan Dewi apa yang di sajikan oleh Soraya tentunya akan berbeda dengan kecenderungan tema dan judul sinetron yang ada sekarang ini. “Kita bakal membuat sesuatu yang agak berbeda dari yang lain, biar ada ciri tersendiri,” jelas Dewi sambil tersenyum.

Harus Percaya Diri dan Pandai Berimprovisasi

Ketika ditanya mengenai apa yang harus dimiliki calon pemain sinetron? Menurut Dewi, Casting Director PT Soraya Intercines Film, seseorang yang akan menjadi bintang haruslah memiliki basic acting. Bukan itu saja percaya diri adalah modal yang sangat berharga untuk bisa menjadi pemain yang baik. Dan kemampuan berimprovisasi adalah salah satu keahlian yang juga harus dimiliki oleh seorang calon pemain sinetron. “Kemampuan berimprovisasi harus ada karena kemampuan ini akan sangat diperlukan dalam dunia acting dan juga diperlukan dalam adegan sebuah sinetron yang menuntut improvisasi para pemainnya agar terkesan hidup dan tidak kaku,” tukas Dewi.

Satu hal yang juga penting menurut Dewi adalah kemampuan dalam menghapal karena dalam sebuah shooting terkadang skenario yang baru muncul mendadak tanpa diketahui oleh pemain sebelumnya. Berbicara soal tampilan fisik bagi para calon pemain Dewi menjelaskan itu bukan menjadi kriteria yang mutlak, meskipun juga menjadi bahan pertimbangan.

Info Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:
PT Soraya Intercines Film
Jalan Pintu Air Raya No.20 Jakarta Pusat.
Telp: 021 3811655

Dwiwangkara Mencari Pendekar untuk Bermain Sinetron

TERNYATA memang betul di dunia film dan sinetron bukan hanya pemeran yang cantik-cantik dan tampan-tampan saja yang diperlukan. Orang dengan tampang biasa saja, berwajah seram, bahkan orang yang memiliki tubuh cacat pun bisa menjadi pemeran di dunia film dan sinetron. Kali ini Dwiwangkara membutuhkan calon pemeran yang memiliki keahlian khusus dalam hal bela diri untuk menjadi calon pemeran di sinetron laga yang bakal diproduksinya.

Kalau sekarang kita lihat di televisi rasanya sinetron-sinetron yang di tayangkan dipenuhi oleh orang-orang cantik dan tampan karena memang wajah seperti itulah yang cukup menjual untuk sinetron berlatar belakang drama atau religi. Namun selain sinetron drama dan religi, ternyata masih ada juga sinetron laga yang hadir di televisi dan masih memiliki penonton setia. Masih adanya penonton di sinetron yang isinya menceritakan kisah-kisah kerajaan atau pendekar zaman dahulu membuat beberapa rumah produksi masih akan tetap diproduksi.

Salah satu rumah produksi yang masih giat memproduksi sinetron laga ini adalah Dwiwangkara. Rumah produksi Dwiwangkara saat ini sedang menggarap tujuh judul film televisi (FTV) laga. Film televisi yang ditayangkan ANTV setiap Sabtu dan Minggu, pukul 8 malam ini ada dalam program Sinema Legenda Indonesia. Judul-judul seperti Jaka Tarub, Angling Dharma dan Brama Kumbara adalah beberapa di antaranya. Namun selain judul-judul itu, Dwiwangkara juga masih memiliki satu sinetron laga berjudul Jaka Tingkir yang ditayangkan RCTI setiap Jumat pukul 9 malam.

Sinetron laga produksi Dwiwangkara tidak bakal hanya itu-itu saja. Menurut Uki, salah seorang staf di rumah produksi Dwiwangkara, PH ini masih akan terus memproduksi puluhan episode lagi untuk memenuhi permintaan stasiun televisi. Untuk memenuhi kebutuhan pemain yang akan berakting di sinetron laga itu, maka dibutuhkan pemeran-pemeran baru.

Dengan masih akan di produksinya sinetron laga ini, para penggiat seni beladiri bisa mencoba peruntungan di bidang seni peran sebagai bintang laga. Buat Anda yang mempunyai keahlian bela diri seperti pencak silat, karate, atau taekwondo menurut Uki sekarang ini saatnya untuk mempraktekkan ilmu beladiri, sekaligus meraih popularitas dan bayaran yang menggiurkan.

Diungkapkan Uki, jenis peran yang bisa didapat para penggiat seni bela diri ini dengan mencoba peruntungan di Dwiwangkara adalah peran-peran pembantu utama, seperti peran musuh, teman, murid atau guru dari sang pemeran utama. Bahkan menurut Uki, jika produser dan sutradara menganggap calon pemain memiliki potensi untuk menjadi seorang bintang laga, peran utama pun tidak mustahil dapat diraih. “Kesempatan untuk menjadi pemeran utama itu bukan cuma milik bintang-bintang laga senior saja kok, masih terbuka luas buat pemain baru, asalkan, ya itu tadi memiliki potensi,” ujar Uki menegaskan.

Masih menurut Uki, biasanya peran di luar peran-peran utama dan figuran, setiap episodenya diisi oleh 20 hingga 30 pemain-pemain baru. Jadi, bagi yang berminat ingin menjadi bintang lewat sinetron yang akan di produksi Dwiwangkara dipersilakan untuk mengirimkan biodata dan photo ke alamat:

Kantor Rumah Produksi Dwiwangkara
Jl. Kayu Putih VI B No. 28
Rawamangun, Jakarta Timur
Telp (021) 4896434.

Calon Pemain Tidak Boleh Takut akan Ketinggian

Sinetron rumah produksi Dwiwangkara memang identik dengan laga atau sinetron legenda yang menonjolkan adu tenaga. Tidak dipungkiri pemain-pemain sinetronnya biasanya memiliki ilmu bela diri. Tapi buat Anda yang tidak bisa bela diri namun tetap ingin main di sinetron buatan Dwiwangkara tidak perlu khawatir.

Meski tidak bisa seni bela diri, di rumah produksi Dwiwangkara masih terbuka kesempatan bagi Anda untuk meniti karir sebagai bintang laga. Kesempatan ini masih ada asalkan Anda memiliki potensi di bidang seni peran. Dan satu hal lain, menurut Uki yang juga penting untuk diperhatikan bagi Anda yang ingin menjadi bintang laga, yaitu Anda tidak diperkenankan memiliki penyakit takut akan ketinggian.

Pemain dilarang memiliki penyakit takut akan ketinggian karena menurut Uki dalam setiap scene FTV atau sinetron laga penuh dengan adegan-adegan terbang dan melayang di udara. “Payah kan kalau punya penyakit seperti itu,” tukasnya. Selain tidak boleh takut tinggi pemain juga harus mau di-seling. Pemain harus mau diikat-ikat pakai kawat saat melakukan adegan terbang, kalau tidak mau ya, tidak usah ikut castinglah,” tukas Uki sambil terkekeh. (Sumber : Tabloid Peluang Kerja)

Sinetron Rahasia Illahi dan Rahmat Illahi : Masih Butuh Ratusan Pemain Baru

Sinetron bernuansa religi ternyata masih disukai pemirsa TV, terbukti masih akan diproduksinya sinetron berlatarbelakang religi oleh rumah produksi Kusuma Esa Permata. Dengan bakal diproduksinya sinetron ini, tentu dibutuhkan pula para pemain, terutama pemain baru. Pemain dan karakter seperti apakah yang akan dibutuhkan?

Tayangan sinetron religi sedang in, terbukti hampir semua stasiun televisi menayangkan sinetron ini. Tren itu dipelopori oleh TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) yang sukses dengan sinetron Rahasia Illahi garapan rumah produksi Kusuma Esa Permata (KEP). Menyusul sukses sinetron ini, Mei lalu KEP kembali meluncurkan sinetron Rahmat Illahi.

Lalu apa beda antara sinetron Rahasia Illahi dengan Rahmat Illahi? “Kalau Rahasia Illahi kan bercerita tentang azab Tuhan, sedangkan Rahmat Illahi soal hidayah dari Tuhan,” terang Iwan Thamrin Dalimonthe, asisten produser KEP yang ditemui PK di kantornya, dibilangan Cipete, Jakarta Selatan.

Untuk Rahasia Illahi, meski sudah tayang sejak bulan puasa tahun 2004, Iwan memperkirakan hingga akhir tahun ini masih akan terus disukai penonton. Jika satu minggu tayang satu kali, maka hingga akhir tahun KEP masih memproduksi sebanyak 24 episode. Belum lagi Rahmat Illahi yang terbilang masih baru, diperkirakan penonton masih akan terus menyukainya hingga beberapa tahun ke depan.

“Jadi sampai akhir tahun ini saja selain 24 episode Rahasia Illahi, kita juga masih harus membuat 24 episode Rahmat Illahi,” ujar pria ramah asal Sumatra Utara ini.
Berbicara kebutuhan pemain, Iwan mengatakan KEP masih terus membutuhkan pemain-pemain baru. “Untuk keperluan Rahasia Illahi dan Rahmat Illahi saja paling tidak dibutuhkan 20 orang pemain baru setiap episodenya,” jelasnya. Pemain-pemain baru ini nantinya akan diberikan peran pembantu utama sementara untuk peran utama KEP sudah teken kontrak dengan pemain-pemain yang lebih senior.

Adapun mengenai karakter peran yang dibutuhkan dua sinetron ini menurut Iwan hampir semua karakter manusia dari berbagai usia. Seperti karakter-karakter untuk peran manusia baik dan jahat yang mutlak dibutuhkan untuk sinetron religi seperti Rahasia Illahi dan Rahmat Illahi tersebut.

Dicari Pemain yang Bisa
Memerankan Peran Etnis di Luar Pulau Jawa


Di tengah membludaknya para pemain baru, ternyata KEP kesulitan mencari pemain yang bisa memerankan peran sebagai orang Batak dan etnis-etnis lainnya di luar Pulau Jawa. Diakui Iwan dirinya harus sering merombak skenario jika kebutuhan peran etnis ini tidak terpenuhi.
Bagi para calon pemain yang punya kemampuan memerankan peran etnis seperti Batak, Ambon, Manado, dan etnis-etnis lainnya di luar Pulau Jawa diminta segera datang ke KEP untuk melakukan casting. “Kita masih perlu pemain dengan karakter seperti ini,” terang Iwan.
Jadwal Casting di KEP

Tips Lolos Casting di KEP

Mengikuti casting di KEP menurut Iwan sang Aspro, syarat pertama calon pemain harus tampak percaya diri di depan kamera. Berikutnya, calon pemain harus mampu menyampaikan pesan dari naskah dialog yang diperankan saat casting. “Intinya dia harus punya kemampuan acting,” ujar Iwan mantap.

Ditambahankan Iwan, hal terakhir yang juga menentukan adalah soal besarnya bayaran yang diinginkan pemain. KEP akan cenderung memilih pemain yang mengajukan harga lebih rendah.
Menurut Iwan saat casting jangan sampai lupa membawa photo. Untuk photo ini, para calon pemain hendaknya membawa photo yang sesuai dengan aslinya. “Nggak usahlah diedit-edit lagi, kalau cewek juga tidak perlu make-up tebal-tebal, be your self sajalah,” sarannya.

Rumah Produksi Kusuma Esa Permata (KEP) membuka jadwal casting regular:
Hari : Selasa dan Kamis
Pukul : 14.00-17.00 Wib
Tempat : Kantor Kusuma Esa Permata, Jl. Cipete Raya No. 74 C Jakarta Selatan
Telepon : (021) 7691651. (Sumber : Tabloid Peluang Kerja).